Abi Muma Sri Hendana adalah seorang praktisi, pengajar, dan inovator di bidang terapi komplementer yang mendedikasikan hidupnya untuk memodernisasi seni penyembuhan tradisional Indonesia. Beliau dikenal luas sebagai Founder (Pendiri) sekaligus Grand Master dari metode Reposisi Tulang Abi Muma™ (RTAM), pemilik PT Rumah Terapi Abi Muma, serta penulis berbagai buku tentang terapi kesehatan.
01 Titik Mula: Dari Sebuah Ketidaknyamanan
Perjalanan RTAM sejatinya tidak dimulai dari ruang pelatihan, melainkan bermula dari sebuah pengalaman yang tidak nyaman. Sejak kecil, beliau pernah mengalami dislokasi pada kaki akibat jatuh saat bermain. Saat itu, penanganan yang diberikan sangatlah sederhana. Beliau memang bisa berjalan kembali… tapi tubuhnya tidak pernah benar-benar kembali seperti semula.
Bertahun-tahun kemudian, rasa kesemutan, kebas, dan ketidaknyamanan saat duduk masih sering menghampiri. Di titik itulah muncul satu pertanyaan mendasar: "Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh saya?"
Dari pertanyaan tersebut, beliau mulai mencari. Belajar berbagai metode dan berupaya memahami tubuh lebih dalam. Sampai akhirnya, beliau bertemu dengan sebuah pendekatan reposisi tulang dan sendi yang membuka cara pandang baru tentang tubuh manusia. Beliau mempelajarinya dengan tekun dan mempraktikkannya.
"Sejak tahun 2016, beliau mulai menangani pasien secara langsung. Semakin banyak pasien yang ditemui, semakin beliau memahami satu hal esensial: Tubuh bukan rusak. Tubuh hanya keluar dari posisi alaminya. Dan ketika posisi itu dikembalikan… tubuh mulai bekerja kembali sebagaimana mestinya."
02 Latar Belakang & Sanad Keilmuan
Perjalanan pencarian dan keilmuan beliau tidak lahir dari ruang hampa, melainkan memiliki akar yang kuat dalam tradisi penyembuhan Nusantara. Abi Muma mewarisi dan mempelajari secara mendalam Ilmu Reposisi Tulang dari jalur (sanad) Thabib Abdullah Sony di Klinik Thibbunnabawi Kesultanan Bintan. Dari sini, beliau menyerap esensi teknik pengobatan yang mengedepankan kelembutan, ketepatan, dan nilai-nilai spiritual.
03 Lahirnya Metode Reposisi Tulang Abi Muma (RTAM)
Menyadari bahwa ilmu tradisional perlu beradaptasi dengan zaman, Abi Muma mengambil peran sebagai "Arsitek" yang menjembatani masa lalu dan masa kini. Dari pengalaman menangani ribuan pasien, beliau mulai menyusun, menyederhanakan, dan menyempurnakan pendekatan ini. Beliau memadukan kearifan lokal dengan pendekatan Sains Modern (Anatomi, Biomekanika, dan Reposisi Cedera Olahraga).
Hingga lahirlah sebuah metode hasil kristalisasi ilmu (sebelumnya dikenal dengan konsep dasar NeoTRUST) yang hari ini secara utuh dikenal sebagai: RTAM — Reposisi Tulang Abi Muma.
Ini bukan sekadar teknik. Tapi sebuah pendekatan untuk:
- Membaca tubuh,
- Memahami struktur,
- Dan mengembalikannya ke posisi alaminya.
Formulasi dan rumusan SOP LR2 + US di dalam RTAM diciptakan untuk memastikan setiap tindakan terapi dapat dipertanggungjawabkan secara medis, aman, logis, dan terukur.
04 Visi & Misi: Mencetak Therapistpreneur
Abi Muma percaya bahwa ilmu ini tidak boleh berhenti di satu orang. Harus ada lebih banyak tangan yang mampu membantu. Harus ada lebih banyak praktisi yang memahami tubuh dengan benar. Dan dari situlah RTAM mulai diajarkan.
Beliau memiliki visi besar untuk mengubah paradigma "Tukang Urut" menjadi Therapistpreneur. Beliau percaya bahwa seorang terapis tidak hanya harus memiliki "tangan emas" untuk menyembuhkan, tetapi juga harus memiliki mentalitas profesional, memegang teguh kode etik keselamatan (Do No Harm), dan mampu mandiri secara finansial.
Melalui buku Kitab Reposisi Tulang Abi Muma dan pelatihan-pelatihan yang beliau pimpin, Abi Muma bertekad mencetak ribuan terapis profesional yang siap menjadi solusi bagi kesehatan masyarakat, dengan memegang teguh filosofi:
"Semakin tinggi ilmunya, semakin menunduk hatinya".